Different Levels Of Knowledge In A
KMS Environment
Knowledge
Management System memiliki 3 level yaitu Operational Knowledge, Tactical Knowledge, dan Strategic Knowledge,
berikut penjelasan mengenai ke-3 level tersebut:
1. Operational
Knowledge digunakan untuk membantu manajer operational dan support staff-nya yang berada dilevel
berbeda diorganisasi dihari itu / dibulan itu / ditahun itu. Operational Knowledge bisa dihubungkan
dengan sistem expert, maka dari itu
referensi bisa dibuat untuk mengembangkan pengetahuan dengan menggunakan salah
satu dari kerangka sistem expert yang
sekarang digunakan oleh banyak orang atau dengan meminimalisasi system’s knowledge engineering effort.
Seperti pendekatan terkait dengan pengetahuan dasar, di mana jenis pengetahuan
yang diperoleh adalah domain yang
spesifik dan ad hoc.
2. Tactical Knowledge
digunakan untuk membantu low dan middle level manager untuk melihat kinerja
secara keseluruhan diarea masing-masing ditahun itu. Pada tingkat pengetahuan
taktis, ada kecenderungan terjadi campuran dari sumber eksternal dan sumber
internal. Sumber pengetahuan operasional didasarkan pada sumber internal bagi
suatu organisasi, sedangkan pengetahuan taktis cenderung campuran dari
keduanya. Kerangka waktu umumnya terbatas pada tahun yang akan datang dan
sedikit di luar perkiraan. Perangkat lunak yang digunakan dapat berbeda
tergantung pada daerah fungsional yang diteliti.
3. Strategic Knowledge
digunakan untuk membantu top level
manager dan staff-nya untuk
menggabungkan pengetahuan external dan
pengetahuan internal. Pengetahuan
strategis merupakan pegetahuan tingkat tertinggi. Hal ini berorientasi pada
banyak sumber yang dasar di luar organisasi. Dari sudut pandang ini, ada
hubungan antara faktor penentu keberhasilan suatu perusahaan, yang umumnya
terkait dengan industri tertentu, dan menjadi sukses dalam industri itu. Pada
gilirannya, faktor-faktor ini membantu top level management dan staf
perencanaan perusahaan untuk menentukan arah strategis perusahaan, apa yang
harus dilakukan hari ini, dan terutama besok. Termasuk dalam hal ini arah masa
depan adalah menemukan bahwa masalah tidak hanya terlihat di masa depan dalam
periode waktu saat ini, tetapi juga pada pusat pengembangan peluang yang penting
bagi perusahaan saat ini dan dalam beberapa tahun ke depan.
Development Of A Knowledge
Infrastructure
Faktor penting yang mempengaruhi efektifitas dari Knowledge
Management System adalah pengembangan dari knowledge infrastructure. Karena kemampuan untuk mendapatkan
informasi dalam jumlah besar dan pada gilirannya, knowledge memberikan semua keunggulan kompetitif yang penting,
sebuah perusahaan memerlukan informasi dan pengetahuan di dalam organisasi.
Sebagai hasil, layers of management bisa
dieliminasi dan struktur organisasi bisa diratakan. Organisasi yang sudah rata
ini bisa membuat dan mengimplementasikan keputusan dengan cepat. Terlebih lagi,
sharing information and knowledgedengan
pelanggan dan pemasok akan membantu untuk break down the organizational boundaries.
Ketika orang membagikan informasidam pengatahuan bekerja bersama, teamwork akan terbentuk, dan pekerja
akan terdorong untuk melakukan deal
secara langsung dengan pelanggan, kualitas dari servis akan meningkat, dan
dengan ini akan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Knowledge Application Systems
Knowledge
Application Systems adalah program komputer yang
menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang kompleks. Pengetahuan
diperoleh dan direpresentasikan dengan menggunakan berbagai teknik representasi
aturan pengetahuan, frame dan script. Keuntungan dasar yang ditawarkan
oleh sistem tersebut adalah documentation
of knowledge, decision support, self-learning, reasoning dan penjelasan. Knowledge Application Systems adalah
sistem yang berdasarkan pada metode dan teknik Artificial Intelligence (AI).
Komponen inti mereka adalah:
1. knowledge base
2. acquisition mechanisms
3. inference mechanisms
Knowledge
Application Systems melampaui decision support dengan cara memperkenalkan Expert System technology ke dalam kerangka pengambilan keputusan.
Biasanya, knowledged codifications
menggunakan aturan seperti IF-THEN
untuk mewakili implikasi logis. Sementara untuk beberapa Expert System, sistem penalaran berbasis kasus dan neural network adalah semua jenis sistem
berbasis pengetahuan.
Developing Knowledge Application
Systems
Cara yang efektif
untuk mengimplementasikan Knowledge
Application Systems membutuhkan metode pemikiran yang tepat. Case-Method Cycle (Kitano 1993: Kitano and Shimzau 1996) adalah sebuah metodologi yang
mendeskripsikan pendekatkan berulang yang secara efektif memngembangkan CBR dan knowledge application systems secara general. Case-Method Cycle mendeskripsikan 6 proses berikut:
1. System development process–
Proses ini berdasarkan pada pendekatakan software
engineering, dan tujuannya adalah untuk mengembangkan knowledge application systems yang akan menyimpan kasus baru dan mendapatkan
kasus yang relevan.
2. Case library development process–
Tujuan dari proses ini adalah mengembangkan dan menjaga kasus perpustakaan
skala besar yang akan cukup membantu the
domain in question.
3. Systems operation process–
Proses ini berdasarkan pada software
engineering dan relational database
management procedures. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan instalasi, deployment, dan user support dari knowledge
application systems.
4. Database minning process–
Proses ini menggunakan teknik rule-inferencing
dan analisis statistik untuk menganalisa kasus perpustakaan. Langkah ini bisa
membantu penyimpulan baru dari hubungan antar data, yang bisa diartikulasikan untuk
memperbesar knowledge application systems.
5. Management process–
Proses ini mendeskripsikan bagaimana pekerja proyek (orang yang bekerja dalam
proyek) akan terbentuk dan bantuan organisasional apa yang akan diberikan untuk
proyek tersebut.
6. Knowledge transfer process–
Proses ini mendeskripsikan sistem insentif apa yang akan diimplementasikan untuk
memberikan dorongan untuk user acceptance
dan bantuan pada knowledge application
systems. Langkah ini akan memastikan bahwa pengguna akan merasakan
terdorong untuk menambah kasus perpustakaan dengan kasus baru.
Dalam hal pengembangan
kasus perpustakaan (langkah 2 pada Case-Method
Cycle), proses ini juga bisa dideskripsikan ke dalam subprocess sebagai berikut:
1. Case Collection–
Proses ini memerlukan koleksi dari seed
cases, dengan memberikan pandangan inisial dari aplikasi.
2. Attribute-Value Extraction and Hierarchy Formation–
Langkah ini memerlukan indexing dan organizing dari kasus perpustakaan.
3. Feedback–
Fase ini akan memberikan umpan balik yang dibutuhkan untuk menyediakan kasus
untuk sistem CBR, sehingga kualitas
dari kasus bisa ditingkatkan.
Limitation Of Knowledge Application
Systems
Ada beberapa batasan
praktikal dalam pengembangan knowledge
application systems. Ini semua berhubungan dengan fakta bahwa banyak sistem
yang dikembangan untuk menyediakan sebuah task-specific
domain problems dan biasa tidak terintegrasi dengan enterprise systems milik perusahaan. Berdasarkan teknologi CBR, ada beberapa batasan (Kitano and Shimazu 1996):
1. Security–
Kasus bisa termasuk informasi sensitif/penting. Knowledge Application Systems harus memikirkan penggabungan dari security measures, termasuk kontol
akses/hak akses dari pengguna yang berada di dalam organisasi yang disesuaikan
dengan jabatan. Jika tidak dilakukan maka sistem mungkin tidak akan mengetahui
nilai maksimalnya.
2. Scalability–
Knowledge Application Systems harus
menampilkan sebuah kasus besar, sehingga mayoritas pengalaman baru dapat
ditampilkan didalam case-based system. Ini berarti knowledge application systems harus mencapai saturasi sebelum
pengembangan. Mencapai saturasi sistem berarti sebagian besar kasus harus sudah
dilaporkan ke dalam sistem.
3. Speed–
Karena ukuran dari kasus perpustakaan terus berkembang ke arah representation komprehensif dari
lingkungan yang asli, biaya computing
dan searching akan terus meningkat.
Maka dari itu developers dari knowledge application systems harus
memikirkan kegunaan dari complex indexing
schemes yang akan meyakinkan bahwa case-retrieval
times dan tingkat kinerja akan
diterima.
Created By: Deni Surya / 1401100140 / 07PAA
No comments:
Post a Comment